• January 22, 2022

Review Film Roald Dahl’s The Witches

Roald Dahl’s The Witches merupakan sebuah film bergenre komedi namun memiliki unsur fantasi gelap yang disutradari oleh Robert Zemeckis. Film yang ditulis oleh Zemeckis, Kenya Barris, dan Guillermo del Toro ini mengisahkan mengenai sekelompok penyihir yang berencana untuk membuat anak-anak di seluruh dunia menjadi tikus.

Hal ini karena mereka tidak menyukai bau anak-anak. Para penyihir pun berpencar untuk mengutuk anak-anak di dunia.

Untuk kamu yang penasaran dengan kisah dari Roald Dahl’s The Witches ini, berikut kami akan mengulas sedikit mengenai film yang rilis di tahun 2020 ini.

Roald Dahl’s The Witches

Kisah di awali dari seorang anak bernama Charlie yang kedua orang tuanya mengalami kecelakaan. Ia pun tinggal bersama sang nenek yang terus berusaha untuk menghiburnya.

Suatu ketika, ketika Charlie dan sang nenek datang ke sebuah toko, Charlie bertemu dengan seorang wanita aneh. Tentunya ini membuat Charlie ketakutan. Ia pun memberanikan diri untuk menceritakan hal itu ke neneknya.

Neneknya mengisahkan kalau ia pernah bertemu dengan sosok yang sama ketika masih kecil dan bahkan mengubah salah satu teman baiknya menjadi seekor ayam. Ternyata sosok yang dimaksud itu adalah seorang penyihir. Para penyihir melakukan itu karena mereka tidak menyukai bau dari anak-anak.

Karena merasa sudah diganggu oleh para penyihir, nenek pun berencana untuk mengungsi di sebuah hotel besar yang ada di kota. Tetapi sayangnya, waktu yang dipilih nenek dan Charlie tidak tepat. Karena para penyihir pun sedang berada di tempat itu untuk melakukan pertemuan.

Bahkan Grand High Witch yang merupakan penyihir yang paling tinggi kastanya juga berada di sana.

Suatu ketika, Charlie berada di tempat yang tidak tepat, ia masuk ke aula yang direncanakan untuk menjadi tempat pertemuan para penyihir. Charlie bersama dengan tikusnya, daisy, bersembunyi di bawah panggung dan mendengarkan pembicaraan para penyihir.

Ternyata mereka tengah mengubah Bruno, seorang anak kecil, menjadi seekor tikus. Setelah itu, Charlie yang juga tertangkap juga diubah menjadi seekor tikus oleh para penyihir.

Charlie, Bruno, dan Daisy yang ternyata juga korban para penyihir, lari dari sana dan menuju kamar hotel Charlie. Mereka pun menceritakan segalanya kepada sang Nenek.

Mereka akhirnya merencanakan untuk mengambil ramuan penyihir yang kamarnya berada di bawah kamar hotel mereka. Setelah berhasil mencuri ramuan tersebut, Charlie yang menjadi tikus menyusup ke dapur menuangkan ramuan tersebut ke makanan para penyihir.

Para penyihir yang menyantap makanan tersebut pun langsung berubah menjadi tikus. Tentunya ini mengacaukan Grand High Witch. Pertengkaran tak terelakkan pun terjadi antara penyihir dengan para tikus dan nenek.

Tapi mereka berhasil mengalahkan Grand High Witch dan menghentikannya untuk bisa mengubah seluruh anak-anak menjadi seekor tikus. Sayangnya, Charlie dan kawan-kawannya tidak bisa kembali berubah menjadi manusia.

Tetapi mereka tetap bahagia dengan jalan hidup yang sudah mereka dapatkan.